Renungan Unggulan Home. RENUNGAN MINGGU BIASA XIX; 06 bukan untuk menyebut kelompok minoritas agama atau masyarakat pada zaman itu. Bayangkan saja seperti seorang ibu yang sedang menimang-nimang anak kesayanganya dan menggumamkan kata-kata lembut. Akan kelihatan apakah ia ikut menyayangi semua yang termasuk rumah tangga
Seorangibu rumah tangga harus belajar Tata Boga, chef, atau perhotelan. Siang ini istri N anak saya barusan bbm sy, mereka lg makan di Pizza HUT tau! /:) PNS sampai kebingungan dan barkata : Emank bpk ngemis 1 ЂƏrΐ dapet brp..? Renungan menjelang akhir tahun Nasihat sangat Indah, KH. Musthofa Bisri -----
Memangada sedikit perbedaan pandapat, antara wanita karir (yang sekarang lebih populer dengan istilah Working Mom) dan ibu rumah tangga (Stay at Home Mom). Bagi saya, kedua-duanya hebat, selama mereka bisa menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas. Tidak perlu membanding-bandingkan ataupun mengecilkan antara satu dengan lainnya.
Nah 3 hari libur kemarin itu jadi masa yang penuh drama buat saya. Kami memang sengaja tidak pergi ke mana-mana selain ke Superindo untuk belanja bulanan, selebihnya di rumah saja, main sama Alea dan jadi ibu rumah tangga sejati. Ciyeee, sejati. Kaya ibu
. Renungan HUT Ibu Rumah Tangga November 5, 2022 oleh admin Menjadi ibu rumah tangga merupakan suatu tugas yang sangat penting dan berharga bagi keluarga. Dalam menginjak usia yang baru ini, pasti akan banyak tantangan baru yang akan di hadapi kedepan. Oleh karena itu, untuk ibu rumah tangga yang saat ini merayakan HUT, maka silahkan baca renungan HUT Ibu Rumah Tangga ini sebagai penguat dalam menjalani … Baca Selengkapnya
- renungan kristen untuk ibu rumah tanggaRenungan Kristen untuk Ibu Rumah Tangga Berdasarkan Ayat Alkitab"Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya." Amsal 3112"Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Renungan Kristen untuk Ibu Rumah Tangga, Foto Pixabay Menjadi ibu rumah tangga memang sangat menantang, karena harus mengurus seluruh keluarga dan rumah. Untuk menjadi ibu rumah tangga yang bijak, Anda perlu membaca renungan Kristen untuk ibu rumah Kristen untuk Ibu Rumah TanggaRenungan Kristen untuk Ibu Rumah Tangga, Foto Pixabay Berikut ini adalah renungan Kristen untuk ibu rumah tangga yang dilansir dari buku Excellent Housewife, Yanthy Aquista, 202116Di zaman ini ada banyak wanita, termasuk ibu rumah tangga Kristen yang tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga mumpuni di dalam berkarier atau hal itu terkadang mengakibatkan seorang ibu rumah tangga menjadi kelelahan, hingga mengeluh cukup parah. Di saat inilah, Anda perlu mengoreksi komitmen dan tanggung jawab sesuai firman Tuhan, yakni melaksanakan peran sebagai istri, sesuai yang direncanakan istri yang bijak dapat menyeimbangkan setiap tanggung jawab utamanya, mulai dari mengurus diri sendiri, suami, anak, sampai tanggung jawab lainnya, seperti berkarier atau berbisnis merupakan hal yang juga penting, tetapi sebagai pelengkap jawab utamanya terangkum dalam Amsal 3112 "Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya."Ini berarti sang istri harus berusaha maksimal untuk berbuat baik kepada suaminya. Ia harus memahami tujuan utama dari Tuhan saat menciptakannya, yakni sebagai penolong bagi pria. Hal ini tertulis di dalam Kejadian 218"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."Menjadi penolong bagi sang suami tidak membuat sang istri berada di posisi yang lebih rendah. Seorang istri yang dapat menjadi penolong bagi suaminya bahkan disebut Alkitab sebagai seorang istri yang cakap, kemuliaan suaminya, dan juga mahkota penolong bagi suami, sang istri harus senantiasa menolong, mendukung, dan menguatkan suami di dalam semua aspek kehidupan, baik jasmani maupun ini tentu saja tidak mudah, apalagi jika sang istri telah mengenal segala kelemahan sang suami yang tak jarang membuatnya jengkel. Salah satu langkah terbaik untuk mendukung dan berbuat baik kepada suaminya adalah dengan menghormati dan senantiasa suami merupakan hal yang amat penting. Ia adalah kepala keluarga, sehingga setiap perbuatan dan keputusannya pasti berdampak besar bagi istri dan anak-anaknya. Berdoalah agar Tuhan melalui kuasa Roh Kudus-Nya, senantiasa membentuknya sebagai pribadi yang bijak dan berkenan kepada renungan Kristen untuk ibu rumah tangga hari ini. Silakan tutup dengan doa untuk suami dan anak-anak. BRP
Lukas 1213-21 JEMAAT GMIH MAWLANGO – BULI KOTA Saudara yang diberkati Allah,,, Menjadi kaya adalah impian semua orang pada umumnya. Meski banyak di antara kita yang tidak kaya-kaya, namun selalu ada usaha untuk bisa menjadi orang yang “kaya”, dalam pengertian bukan sebagai konglomerat, namun setidaknya memiliki uang untuk keperluan membiayai keperluan hidup kita sehari-hari. Pembacaan firman di sore ini, menampilkan tentang aspek kekayaan. Ada seorang yang berkata kepada Yesus agar kekayaan keluarganya dibagi dua. Dan dari permohonan orang tersebut Yesus kemudian mengatakan bahwa waspadalah terhadap ketamakan. Nasehat Yesus ini merupakan hal penting bagi manusia yang tentu mencari kekayaan guna mencukupkan segala kebutuhan hidupnya. Tamak berarti keinginan memiliki tanpa ada rasa puas. Dalam konteks kisah orang kaya yang bodoh ini, ketamakan diperlihatkan lewat sikap seorang kaya yang tidak puas mengumpulkan harta benda dan menyimpannya hanya untuk kepentingan pribadinya. Itu berarti orang yang tamak adalah orang tidak bisa melihat kekurangan orang lain dalam hal mencukupkan kebutuhan hidupnya. Nasehat Yesus ini hendak menghimbau kepada semua orang bahwa kekayaan seharusnya bukan dicari atas dasar untuk memenuhi dahaga duniawi manusia yang rakus akan harta benda, tapi kekayaan diusahakan dan dicari manusia semata-mata hanya untuk menopang kebutuhan hidupnya, sehingga tercukuplah apa yang dibuthkannya dalam kehidupan sesehari. Oleh sebab itu, ketika kekayaan yang kita miliki cukup untuk memberkati keperluan hidup kita, maka ketika sisa-sisa berkat dari kekayaan itu masih ada pada perbendaharaan kas rumah tangga kita, sudah seyogianya kita dapat menggunakan kekayaan itu untuk mempermuliakan Allah, lewat sikap yang dermawan. Sikap dermawan inilah yang dikritisi Yesus dalam perikop pembacaan pada sore ini. Sebab orang-orang kaya pada zaman Yesus berkaya telah mengalami krisis berbelas kasih kepada sesama manusia yang miskin dan hidup berkekurangan. Kaum janda, kaum anak yatim dan piatu, merupakan orang-orang yang membutuhkan sentuhan kasih dari para orang kaya di zaman Yesus melayani, namun perilaku para kalangan orang kaya justru melihat kekayaan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Apa gunanya kita memiliki pekerjaan yang baik. Apa gunanya setiap bulan kita menerima gaji dari upah pekerjaan kita di setiap bulan? Semua berkat yang kita peroleh tersebut tidaklah bermakna ketika sebagai orang percaya kita miskin terhadap sikap menjadi seorang dermawan. Sehingga, bukan saja kita kikir dan pelit untuk berbagi berkat dengan orang yang berkekurangan, tapi dalam konteks persekutuan sebagai umat Allah, kita pun kikir dan pelit dalam hal memberi di rumah Tuhan. Orang kaya dalam kisah ini disebut bodoh karena sikapnya yang khawatir akan kehabisan harta bendanya daripada kehabisan cinta kasih Tuhan dalam kehidupannya. Amin!
renungan hut ibu rumah tangga